Previous
Next

Aug 30, 2016

Dondokambey Minta Warga Kembangkan Ekonomi kreatif, BSG Siapkan Pinjaman Kemitraan

Dondokambey Minta Warga Kembangkan Ekonomi kreatif, BSG Siapkan Pinjaman Kemitraan

Gubernur Olly Dondokambey. 


MANADO – Dua bulan terakhir tercatat sedikitnya 17 ribu wisatawan luar negeri datangi provinsi Sulawesi Utara, namun kunjungan tersebut tak mampu dimanfaatkan oleh warga untuk mendapatkan nilai tambah penghasilan. Gubernur Olly Dondokambey meminta agar momen ini dapat dimanfaatkan.

Menurut gubernur Dondokambey, yang harusnya dilakukan warga dengan memberdayakan ketrampilan dan kreatifitas dalam menghasilkan barang dan cinderamata yang berciri khas Nyiur Melambai untuk dibawa pulang para wisatawan tersebut.

Dondokambey dalam rapat kerja dan perayaan HUT PersatuanWredatama Republik Indonesia (PWRI) pada senin (29/8) digraha gubernuran beringin Manado mengatakan anggota PWRI Sulut mampu memanfaatkan peluang bisnis ini.

“Peluang ini harusnya dimanfaatkan agar produk handycraft kita boleh dikenal di mata dunia. Peluang industri ini juga akan menggerakan ekonomi daerah, mengurangi pengangguran, menciptakan lapangan kerja baru dan tentunya mensukseskan Operasi Daerah Selesaikan Kemiskinan (ODSK,Red),” katanya.

Lebih lanjut dijelaskan Dondokambey, pemerintah Provinsi akan memfasilitasi permodalan, pelatihan tenaga kerja bagi anggota PWRI yang mau memgembangkan industri ini ajak Olly Dondokambey karena ditargetkannya sampai dengan akhir tahun ini sedikitnya 30 puluh ribu wisatawan luar negeri kunjungi sulut.

Menyadari betul akan pentingnya peranan tersebut, Bank Sulut Go (BSG) dibawah kepemimpinan Direktur Utama James Salibana melakukan berbagai gebrakan guna mendukung program kerja Gubernur OllyDondokambey (OD) – wakil gubernur Steven Kandouw mengentaskan kemiskinan daerah.

Menurut Salibana, salah satu program BSG adalah kemitraan terhadap pengembangan usaha Mikro dan Kecil khusus bagi warga Sulut yang diharapkan akan dapat dimanfaatkan oleh warga Sulut untuk meningkatkan pendapataan warga yang berimbas pada kesejahtraan.

“Yang terpenting, bagaimana warga Sulut dapat memanfaatkan program ini tanpa merasa diberatkan oleh beban pinjaman dan birokrasi yang menyulitkan, dengan demikian pergerakan UKM Sulut akan berjalan produktif,” kata Salibana.

Untuk kemitraan ini, BSG memberikan pilihan kredit dengan plafond atau batasan kredit dari Rp5 juta sampai Rp50 juta dengan jangka waktu maksimal 3 tahun dan angsuran kredit tetap setiap bulan berjalan.

Adapun persyaratan yang diperlukan adalah, usaha sudah berjalan minimal 1 tahun, Foto Copy KTP suami - istri (2 lembar), Foto Copy Kartu Keluarga (2 lembar), Foto Copy Akte Nikah / Buku Nikah ( 2 lembar), Pas foto suami-istri (warna ukuran 3x4), Surat keterangan usaha dari kelurahan / PD pasar.(Obe)